Quote #1:
Mark to Juliet:
For now let me say
without hope or agenda
just because it's Christmas
and at Christmas you tell the truth
to me you are perfect
and my wasted heart will love you.
Quote #2:
Aurelia (in Spanish) : Later you'll drive me home?
Jamie (in English) : Sure.
Jamie (in English) : It's my favorite time of day, driving you.
Aurelia (in Spanish) : It's the saddest part of my day, leaving you.
Tuesday, January 22, 2008
Saturday, January 19, 2008
midnight notes
It's midnight now. I can't sleep. So I decided to blog. Sounds pathetic huh? :P
And these lyrics from John Legend keeps hanging in my head.
This just might hurt a little
Love hurts sometimes when you do it right
Don't be afraid of a little bit of pain
Pleasure is just on the other side
Ok I just need some sleep.
And these lyrics from John Legend keeps hanging in my head.
This just might hurt a little
Love hurts sometimes when you do it right
Don't be afraid of a little bit of pain
Pleasure is just on the other side
Ok I just need some sleep.
Thursday, January 17, 2008
cerita airport
Entah kenapa, film drama romantis banyak yang mengambil setting lokasi di airport. Biasanya adegan penutup terjadi di airport dimana si pemeran utama yang satu mengejar si pemeran utama yang satu lagi, kemudian mereka berpelukan dan berciuman, dan hidup bahagia selamanya.
Entah kenapa juga, gw gak pernah loh mengalami kejadian berkesan di airport. Mungkin kisah cinta gw gak dramatis2 amat sampe gw harus kebut2an ke airport mengejar si cinta. Atau kalo mengingat tingkat kemalasan gw, paling gw akan membeli tiket low budget airline ke tempat tujuan si cinta, daripada repot2 mengejar dia di airport hihihi..
Yang sering kejadian ama gw adalah mengejar flight, seperti yang terjadi tadi siang. Jam 10 pagi gw baru berangkat city tour ama temen2 kantor. Jam 12 makan dimsum yang oke banget (ini aja sampe 2 kali pindah resto demi mendapatkan dimsum yang 'free flow'). Jam 12.45 ke tempat beli oleh2. Jam 13.20 gw sampe airport. Flight gw jam 13.45.
Sampe airport, di depan gw ada rombongan politikus berseragam. Seperti yang kita ketahui bersama, warna partai politik kan norak norak ngenjreng gimana gitu. Dan warna itu, sangat tidak cocok jadi jas. Jadi bayangkan rombongan bapak2 dengan jas warna gak penting, mengawal 1 orang yang sepertinya orang penting (buat mereka). Si orang penting ini, tentunya merasa penting, jadi dia berjalan agak slow motion. Sementara gw di belakang mereka, ribet dengan tas baju, tas laptop, dan 1 kardus oleh2, berusaha menerobos tapi susah.
Mungkin yang bikin gw agak sabar menghadapi mereka adalah kenyataan bahwa gw dulu pernah khilaf mencoblos partai ini di pemilu hahaha..
Sukses melewati geng partai tadi, gw dan partner kerja berlari2 ke check in counter, diomelin ibu2 petugas check in counter karena datang telat, bayar airport tax, salah masuk gerbang (kok ya mau ke imigrasi sih), dan akhirnya berhasil masuk antrian ke pesawat! Yeah we made it!
Oke gw gak pengen sok2an beradegan drama romantis di airport lah. Yang penting gw pengen gak pernah ditinggal pesawat hehehe..
Entah kenapa juga, gw gak pernah loh mengalami kejadian berkesan di airport. Mungkin kisah cinta gw gak dramatis2 amat sampe gw harus kebut2an ke airport mengejar si cinta. Atau kalo mengingat tingkat kemalasan gw, paling gw akan membeli tiket low budget airline ke tempat tujuan si cinta, daripada repot2 mengejar dia di airport hihihi..
Yang sering kejadian ama gw adalah mengejar flight, seperti yang terjadi tadi siang. Jam 10 pagi gw baru berangkat city tour ama temen2 kantor. Jam 12 makan dimsum yang oke banget (ini aja sampe 2 kali pindah resto demi mendapatkan dimsum yang 'free flow'). Jam 12.45 ke tempat beli oleh2. Jam 13.20 gw sampe airport. Flight gw jam 13.45.
Sampe airport, di depan gw ada rombongan politikus berseragam. Seperti yang kita ketahui bersama, warna partai politik kan norak norak ngenjreng gimana gitu. Dan warna itu, sangat tidak cocok jadi jas. Jadi bayangkan rombongan bapak2 dengan jas warna gak penting, mengawal 1 orang yang sepertinya orang penting (buat mereka). Si orang penting ini, tentunya merasa penting, jadi dia berjalan agak slow motion. Sementara gw di belakang mereka, ribet dengan tas baju, tas laptop, dan 1 kardus oleh2, berusaha menerobos tapi susah.
Mungkin yang bikin gw agak sabar menghadapi mereka adalah kenyataan bahwa gw dulu pernah khilaf mencoblos partai ini di pemilu hahaha..
Sukses melewati geng partai tadi, gw dan partner kerja berlari2 ke check in counter, diomelin ibu2 petugas check in counter karena datang telat, bayar airport tax, salah masuk gerbang (kok ya mau ke imigrasi sih), dan akhirnya berhasil masuk antrian ke pesawat! Yeah we made it!
Oke gw gak pengen sok2an beradegan drama romantis di airport lah. Yang penting gw pengen gak pernah ditinggal pesawat hehehe..
Tuesday, January 15, 2008
From Room 307
It's so boring here.
I usually enjoyed my work trip. I don't know what happened to this one. I couldn't sleep at night. I couldn't do my 'morning business' properly. And this hotel serves not a very nice coffee.
Spending my whole day in meeting room only makes things worse. And these people I had the meeting with, they smoke in an air con-ed room!
So I called a good friend of mine from college who happened to be a manager in a well-known national bank in this city. We walked to a small restaurant near my hotel. I usually don't walk much but I enjoyed it walking here. The streets were clean and quiet. We talked about the good old days and made a good laugh about it. Talking about the past is always nice, no matter how stupid we were back then. Maybe because we -somehow- survived :)
And the best part is, I finally had a decent coffee.
I usually enjoyed my work trip. I don't know what happened to this one. I couldn't sleep at night. I couldn't do my 'morning business' properly. And this hotel serves not a very nice coffee.
Spending my whole day in meeting room only makes things worse. And these people I had the meeting with, they smoke in an air con-ed room!
So I called a good friend of mine from college who happened to be a manager in a well-known national bank in this city. We walked to a small restaurant near my hotel. I usually don't walk much but I enjoyed it walking here. The streets were clean and quiet. We talked about the good old days and made a good laugh about it. Talking about the past is always nice, no matter how stupid we were back then. Maybe because we -somehow- survived :)
And the best part is, I finally had a decent coffee.
Sunday, January 13, 2008
morning buzz
Duh sebenernya nggak banget ya minggu pagi begini eksis di dunia maya. Tapi ya sudahlah. Secara di rumah cuman ada gw dan asisten rumah tangga yang sedang sibuk bekerja.
Tadi pagi gw dibangunkan secara paksa jam 6 pagi, padahal gw baru tidur jam 12 malam. Waktu tidur 6 jam jelas kurang buat gw yang punya standar minimal jam tidur cukup mewah: 8 jam. Kalo kurang tidur, akibatnya gw masuk angin, jadi pengen kentut melulu. Untung tadi nyokap cuman minta dianterin ke rumah sodara yang mau kawinan di Benhil. Perjanjiannya, nyokap dan sepupu2 gw di-drop aja. Jadi gw pun pergi hanya menggunakan piyama, toh gak bakalan turun dari mobil. Gw lupa kalo nyokap gw kadang2 bisa menjadi manipulatif, entah disengaja ataupun tidak.
Sampe di lokasi, nyokap ngajak gw turun sebentar buat ketemu tante gw. Ya udah gw nurut aja, paling salaman ama ngobrol sebentar. Ternyata tante gw masih mandi, terpaksa gw duduk2 sebentar sambil ngemil nasi guri. Lama2 orang2 mulai berdatangan dengan pakaian rapi khas mau ke acara kawinan. Gw menjadi satu2nya oknum bertampang bangun tidur, lengkap dengan setelan piyama. Coba siapa itu orang idiot yang bilang kalo wanita terlihat cantik ketika bangun tidur? Suruh ketemu gw deh! Oh iya ini ditambah dengan kenyataan bahwa gw pengen kentut melulu akibat masuk angin.
Gw udah usaha pamitan pulang aja dengan alasan harus ngejar flight siang ke luar kota, dan gw belum packing sama sekali. Tapi nyokap masih maksa nyuruh gw nunggu sebentar sampe tante gw siap. Ternyata beliau punya agenda lain, gw disuruh nganter rombongan nyokap, sepupu2 gw, dan tante gw ke lokasi akad nikah. Makin terjebak lah gw. Mau kabur juga susah, karena tiba2 ada mobil entah milik siapa parkir paralel di belakang mobil gw. Gw curiga jangan2 itu mobil disuruh nyokap gw parkir di situ biar gw gak kabur. Namanya ibu2 pemikirannya kadang2 bisa lebih canggih dari mafia tanah abang.
Setelah menghabiskan sejam lebih menjadi satu2nya manusia belum mandi-muka berminyak-baju piyama di tengah kumpulan manusia udah mandi-make up kinclong-baju kebaya, akhirnya gw bisa cabut juga, tapi sebelumnya tetep harus nganter nyokap and the gank ke lokasi akad nikah di pancoran. Dan untuk menambah penderitaan gw sepanjang perjalanan, tante gw dong, seperti tante2 pada umumnya bertanya: kapan nikah? mau sekolah dulu atau nikah dulu? kalo udah nikah jangan tinggal jauh2 ya, nanti tante susah jenguk.
Matahari bersinar terik, gw pun mengambil kaca mata hitam, menatap lurus ke depan, sambil ngomong: gak tau deh ya..
Posting ini makin gak ada pointnya ya gak sih?
Yuk ah saya packing dulu. Saya memang harus mengejar flight siang ini. Dah nek!
Tadi pagi gw dibangunkan secara paksa jam 6 pagi, padahal gw baru tidur jam 12 malam. Waktu tidur 6 jam jelas kurang buat gw yang punya standar minimal jam tidur cukup mewah: 8 jam. Kalo kurang tidur, akibatnya gw masuk angin, jadi pengen kentut melulu. Untung tadi nyokap cuman minta dianterin ke rumah sodara yang mau kawinan di Benhil. Perjanjiannya, nyokap dan sepupu2 gw di-drop aja. Jadi gw pun pergi hanya menggunakan piyama, toh gak bakalan turun dari mobil. Gw lupa kalo nyokap gw kadang2 bisa menjadi manipulatif, entah disengaja ataupun tidak.
Sampe di lokasi, nyokap ngajak gw turun sebentar buat ketemu tante gw. Ya udah gw nurut aja, paling salaman ama ngobrol sebentar. Ternyata tante gw masih mandi, terpaksa gw duduk2 sebentar sambil ngemil nasi guri. Lama2 orang2 mulai berdatangan dengan pakaian rapi khas mau ke acara kawinan. Gw menjadi satu2nya oknum bertampang bangun tidur, lengkap dengan setelan piyama. Coba siapa itu orang idiot yang bilang kalo wanita terlihat cantik ketika bangun tidur? Suruh ketemu gw deh! Oh iya ini ditambah dengan kenyataan bahwa gw pengen kentut melulu akibat masuk angin.
Gw udah usaha pamitan pulang aja dengan alasan harus ngejar flight siang ke luar kota, dan gw belum packing sama sekali. Tapi nyokap masih maksa nyuruh gw nunggu sebentar sampe tante gw siap. Ternyata beliau punya agenda lain, gw disuruh nganter rombongan nyokap, sepupu2 gw, dan tante gw ke lokasi akad nikah. Makin terjebak lah gw. Mau kabur juga susah, karena tiba2 ada mobil entah milik siapa parkir paralel di belakang mobil gw. Gw curiga jangan2 itu mobil disuruh nyokap gw parkir di situ biar gw gak kabur. Namanya ibu2 pemikirannya kadang2 bisa lebih canggih dari mafia tanah abang.
Setelah menghabiskan sejam lebih menjadi satu2nya manusia belum mandi-muka berminyak-baju piyama di tengah kumpulan manusia udah mandi-make up kinclong-baju kebaya, akhirnya gw bisa cabut juga, tapi sebelumnya tetep harus nganter nyokap and the gank ke lokasi akad nikah di pancoran. Dan untuk menambah penderitaan gw sepanjang perjalanan, tante gw dong, seperti tante2 pada umumnya bertanya: kapan nikah? mau sekolah dulu atau nikah dulu? kalo udah nikah jangan tinggal jauh2 ya, nanti tante susah jenguk.
Matahari bersinar terik, gw pun mengambil kaca mata hitam, menatap lurus ke depan, sambil ngomong: gak tau deh ya..
Posting ini makin gak ada pointnya ya gak sih?
Yuk ah saya packing dulu. Saya memang harus mengejar flight siang ini. Dah nek!
Wednesday, January 09, 2008
B2
Boss di luar kota. Kerjaan deadline udah kelar. So, my second posting today.
Jadi ya, tadi gw makan siang dengan geng makan siang seperti biasa. Tempat favorit kami berjudul B2, sebuah food court meriah yang terletak di pusat perbelanjaan elit di bilangan Jakarta Selatan. Kalo lagi iseng, lirik2 kiri-kanan, sukur2 sambil menyendok sesuap nasi bisa beradu pandang dengan dimas seto atau okan cornelius. Not that i'm their fan, but good looking men wouldn't hurt to see :D
Gw memesan nasi padang lengkap dengan ayam goreng dan 2 ekor udang goreng. Si O dan Mbak C memesan ayam penyet lengkap. Mbak A memesan ayam kremes lengkap. Lengkap di sini maksudnya dengan condiment nasi, lalap, dan sambal. Sambil makan, si Mbak C penasaran dengan ayam kremes versi counter sebelah yang nampak menggoda. Ok, pesen 1 ayam kremes lagi. Si Mbak A ngiler ngeliat indomie di counter depan. Ok, pesen 1 porsi indomie. Eh ada mendoan tuh. Sip, tambah 1 porsi mendoan. Sat set sat set. Selesai semua kami garap bersama.
Lagi asik2nya berjuang ngabisin sisa2 ayam dan mendoan, nampak seorang penjual sop buah mengantar pesanan ke meja tetangga. Hmm, masih bisa nih. Mas, sop buah ya! Langsung hajar..!
Gw curiga ada yang lagi hamil.
Jadi ya, tadi gw makan siang dengan geng makan siang seperti biasa. Tempat favorit kami berjudul B2, sebuah food court meriah yang terletak di pusat perbelanjaan elit di bilangan Jakarta Selatan. Kalo lagi iseng, lirik2 kiri-kanan, sukur2 sambil menyendok sesuap nasi bisa beradu pandang dengan dimas seto atau okan cornelius. Not that i'm their fan, but good looking men wouldn't hurt to see :D
Gw memesan nasi padang lengkap dengan ayam goreng dan 2 ekor udang goreng. Si O dan Mbak C memesan ayam penyet lengkap. Mbak A memesan ayam kremes lengkap. Lengkap di sini maksudnya dengan condiment nasi, lalap, dan sambal. Sambil makan, si Mbak C penasaran dengan ayam kremes versi counter sebelah yang nampak menggoda. Ok, pesen 1 ayam kremes lagi. Si Mbak A ngiler ngeliat indomie di counter depan. Ok, pesen 1 porsi indomie. Eh ada mendoan tuh. Sip, tambah 1 porsi mendoan. Sat set sat set. Selesai semua kami garap bersama.
Lagi asik2nya berjuang ngabisin sisa2 ayam dan mendoan, nampak seorang penjual sop buah mengantar pesanan ke meja tetangga. Hmm, masih bisa nih. Mas, sop buah ya! Langsung hajar..!
Gw curiga ada yang lagi hamil.
Monday, January 07, 2008
Thursday, January 03, 2008
2008 Resolution
My resolution was: stop making resolution on new years.
But then on my daily browsing, I found something better. So ladies and gentlemen, please check my new 2008 resolution:
1. Gain weight. At least 30 pounds.
2. Stop exercising. Waste of time.
3. Read less. Makes me think.
4. Watch more TV. I've been missing some good stuff.
and the best part is:
5. Procrastinate more. Starting tomorrow.
You know since I've always failed in my previous new years' resolutions, I think it's time to start making negative resolutions in order to achieve positive results. Contra resolution I may say.
Okay I really should stop making resolution. It got me nowhere anyway.
But then on my daily browsing, I found something better. So ladies and gentlemen, please check my new 2008 resolution:
1. Gain weight. At least 30 pounds.
2. Stop exercising. Waste of time.
3. Read less. Makes me think.
4. Watch more TV. I've been missing some good stuff.
and the best part is:
5. Procrastinate more. Starting tomorrow.
You know since I've always failed in my previous new years' resolutions, I think it's time to start making negative resolutions in order to achieve positive results. Contra resolution I may say.
Okay I really should stop making resolution. It got me nowhere anyway.
Friday, December 28, 2007
Wednesday, December 19, 2007
world's worst hangover
Rachel and Ross went to Vegas. They got drunk, and ended up married in a small chapel there. Rachel (of course) wanted to get an annulment of their 'marriage'. Ross, on the other hand, wanted to keep it. He didn't want a third divorce after all.
Rachel got very mad and she yelled: "this is not a marriage! this is the world's worst hangover!"
People make mistakes. Sometimes the mistakes were made when we're very aware of them. We know that what we are doing will lead us to something terrible ahead. But sometimes, we don't realize that we are leading ourselves into trouble. It just happens like that.
As for me, realizing that I'm in a deep shit makes me wonder how drunk I was. But there wasn't any drink involved. And there wasn't hangover at all. It was just me, being stupid.
***
Now I'm gonna spend the next 1 week on holiday, trying not to do stupid things (yeah right). So if you're reading my blog now, please stop. Disconnect and get some real life will you? Thank you very much.
And baby, I know you're reading. Please see the instructions above ;)
Rachel got very mad and she yelled: "this is not a marriage! this is the world's worst hangover!"
People make mistakes. Sometimes the mistakes were made when we're very aware of them. We know that what we are doing will lead us to something terrible ahead. But sometimes, we don't realize that we are leading ourselves into trouble. It just happens like that.
As for me, realizing that I'm in a deep shit makes me wonder how drunk I was. But there wasn't any drink involved. And there wasn't hangover at all. It was just me, being stupid.
***
Now I'm gonna spend the next 1 week on holiday, trying not to do stupid things (yeah right). So if you're reading my blog now, please stop. Disconnect and get some real life will you? Thank you very much.
And baby, I know you're reading. Please see the instructions above ;)
Monday, December 17, 2007
Tentang pertanda
Minggu malam, di perjalanan pulang dari keriaan akhir pekan, gw mulai meracau. Apalagi kalo bukan soal jodoh. Gak tau lagi bahas apa, tiba2 gw jadi ngomongin dia, si lelaki yang selalu gw yakini akan menjadi pasangan hidup gw.
Teori gw adalah setiap orang butuh distraction dari rutinitas hidup yang dijalaninya. Jadi sebisa mungkin si lelaki pasangan hidup gw itu akan mencari wanita dari dunia yang sama sekali berbeda. Dia bosan dikelilingi wanita2 cantik, maka dia akan mencari gw, type wanita biasa2 saja, girl next door. Dia capek ngeliat wanita2 yang high-maintenance, jadi dia akan mencari gw, type wanita yg low-maintenance.
Semua temen2 gw di mobil mentertawakan gw. Menurut mereka, gak bakalan mungkin lelaki itu akan melirik gw. Toh gw tetep yakin. Gw gak mau mendahului suratan takdir. Mungkin memang gw ditakdirkan untuk bersama dia. Atau kalaupun bukan takdir gw, siapa tau Tuhan lagi butuh joke ringan, dan dia merubah takdirnya.
Sampai di rumah, gw baca2 majalah sampai nyaris ketiduran. Tiba2 handphone berbunyi, dari salah seorang temen gw yang lagi hadir di sebuah party di Segara. Ada apa ya ni anak nelpon gw tengah malem? Harus ada yang penting nih.
Dan dia mengabarkan berita gembira yang gw anggap sebagai pertanda (gw orang yang sangat gampang percaya pertanda :P). Bahwa apa yang gw omongin ama temen2 gw bbrp jam sebelumnya semakin mendekati kenyataan. Si temen gw itu, sedang berhadap2an dengan si lelaki yang akan menjadi pasangan hidup gw tadi!
See?? Itu pertanda kan? Bahwa, tidak lama lagi, gw akan melepas masa lajang gw, dengan lelaki yang selama ini gw yakini sebagai pasangan hidup gw. Dengan dia.
Teori gw adalah setiap orang butuh distraction dari rutinitas hidup yang dijalaninya. Jadi sebisa mungkin si lelaki pasangan hidup gw itu akan mencari wanita dari dunia yang sama sekali berbeda. Dia bosan dikelilingi wanita2 cantik, maka dia akan mencari gw, type wanita biasa2 saja, girl next door. Dia capek ngeliat wanita2 yang high-maintenance, jadi dia akan mencari gw, type wanita yg low-maintenance.
Semua temen2 gw di mobil mentertawakan gw. Menurut mereka, gak bakalan mungkin lelaki itu akan melirik gw. Toh gw tetep yakin. Gw gak mau mendahului suratan takdir. Mungkin memang gw ditakdirkan untuk bersama dia. Atau kalaupun bukan takdir gw, siapa tau Tuhan lagi butuh joke ringan, dan dia merubah takdirnya.
Sampai di rumah, gw baca2 majalah sampai nyaris ketiduran. Tiba2 handphone berbunyi, dari salah seorang temen gw yang lagi hadir di sebuah party di Segara. Ada apa ya ni anak nelpon gw tengah malem? Harus ada yang penting nih.
Dan dia mengabarkan berita gembira yang gw anggap sebagai pertanda (gw orang yang sangat gampang percaya pertanda :P). Bahwa apa yang gw omongin ama temen2 gw bbrp jam sebelumnya semakin mendekati kenyataan. Si temen gw itu, sedang berhadap2an dengan si lelaki yang akan menjadi pasangan hidup gw tadi!
See?? Itu pertanda kan? Bahwa, tidak lama lagi, gw akan melepas masa lajang gw, dengan lelaki yang selama ini gw yakini sebagai pasangan hidup gw. Dengan dia.
Thursday, December 13, 2007
Rumah mungil di atas bukit
Inget nggak typical rumah yang mencerminkan kebahagian? Maksudnya kalo kita baca buku atau nonton film, biasanya digambarkan sebuah rumah yang buat gw kesannya bisa membuat siapapun yang tinggal di situ menjadi manusia bahagia. Biasanya ciri2nya berupa rumah mungil, banyak unsur kayu, terletak di atas bukit kecil, dikelilingi rumput dan tanaman bunga. Tak lupa sebuah ayunan untuk menambah unsur keriangan. Selanjutnya, adegan yang terjadi adalah si ayah pulang kantor, kemudian anak kecilnya berlari2an menyambut kedatangannya, dan si ibu menunggu di depan pintu. Oh iya, biasanya rumahnya tidak berpagar.
Kalo kejadian di buku atau film, itu indah. Tapi kalo kejadian di dunia nyata di depan muka kita sendiri?
Gw pulang jam 19.30 tadi malam. Kompleks gw biasanya sepi, jadi kalaupun gw lihat2 kanan-kiri, jarang ada manusia yang menarik. Yang ada cuman rumah2 dan mobil2 terparkir rapi. Mendekati rumah gw, tiba2 gw lihat sebuah sedan metalik mendekati sebuah rumah di depan rumah gw. Rumah ini terletak agak tinggi, tidak berpagar, dengan banyak tanaman di halaman rumahnya. Unsur kayu terasa mendominasi di eksterior bagian depan rumah. Dari sedan metalik itu, si bapak turun membawa tas kerja, dan anak kecil berlari2 menyambutnya.
Gw terpaku. Bener2 gw ngeliatin sampe si bapak itu sadar kalo gw lagi ngeliatin mereka. Gw langsung belok ke arah rumah gw. Parkir, masuk, langsung ke kamar.
Di kamar gw bengong. The feeling of happy and sad at the same time. Happy to see something so imaginative that u thought it would only happen in fictions. Sad to know that I wasn't even on halfway there.
Tapi gw lega. Karena rumah mungil di atas bukit ternyata memang ada.
Kalo kejadian di buku atau film, itu indah. Tapi kalo kejadian di dunia nyata di depan muka kita sendiri?
Gw pulang jam 19.30 tadi malam. Kompleks gw biasanya sepi, jadi kalaupun gw lihat2 kanan-kiri, jarang ada manusia yang menarik. Yang ada cuman rumah2 dan mobil2 terparkir rapi. Mendekati rumah gw, tiba2 gw lihat sebuah sedan metalik mendekati sebuah rumah di depan rumah gw. Rumah ini terletak agak tinggi, tidak berpagar, dengan banyak tanaman di halaman rumahnya. Unsur kayu terasa mendominasi di eksterior bagian depan rumah. Dari sedan metalik itu, si bapak turun membawa tas kerja, dan anak kecil berlari2 menyambutnya.
Gw terpaku. Bener2 gw ngeliatin sampe si bapak itu sadar kalo gw lagi ngeliatin mereka. Gw langsung belok ke arah rumah gw. Parkir, masuk, langsung ke kamar.
Di kamar gw bengong. The feeling of happy and sad at the same time. Happy to see something so imaginative that u thought it would only happen in fictions. Sad to know that I wasn't even on halfway there.
Tapi gw lega. Karena rumah mungil di atas bukit ternyata memang ada.
Tuesday, December 11, 2007
Berita Pagi
Tadi pagi jam 6 gw ngopi sambil nonton tipi. Acaranya berita pagi di salah satu stasiun TV swasta nasional. Menjelang iklan, dua orang penyiar itu memberikan wejangan jangan kemana2 disertai berita menarik apa yang akan hadir berikutnya.
"Setelah jeda iklan berikut kami akan hadir dengan berita sebuah sumur yang tiba2 mengeluarkan air panas dan seorang kakek yang mengoleksi ratusan jam dinding"
And i was like.. "hellloooow.... who cares??"
Untuk sebuah acara berita pagi hari yang bersaing dengan acara berita "sungguhan dan aktual" seperti Liputan 6 dan Metro Pagi, stasiun tv ini sepertinya memang punya strategi marketing tersendiri.
But on second thought, gw jadi inget cerita temen gw yg kerja di stasiun tv tersebut. Katanya sih, crew berita di stasiun tv itu selalu telat tiba di lokasi kejadian penting yang (harusnya) diliput dan jadi headline. Hah!
"Setelah jeda iklan berikut kami akan hadir dengan berita sebuah sumur yang tiba2 mengeluarkan air panas dan seorang kakek yang mengoleksi ratusan jam dinding"
And i was like.. "hellloooow.... who cares??"
Untuk sebuah acara berita pagi hari yang bersaing dengan acara berita "sungguhan dan aktual" seperti Liputan 6 dan Metro Pagi, stasiun tv ini sepertinya memang punya strategi marketing tersendiri.
But on second thought, gw jadi inget cerita temen gw yg kerja di stasiun tv tersebut. Katanya sih, crew berita di stasiun tv itu selalu telat tiba di lokasi kejadian penting yang (harusnya) diliput dan jadi headline. Hah!
Tuesday, November 27, 2007
Ow ow siapa dia?
Weekend kemaren gw nonton Jakjazz. Kali ini bermodalkan freepass dari DJ. Dia dapet 3 daily tickets plus 1 special show ticket. Katanya sih, hasil melacur 3 hari. Well let's just pretend we don't know that ;)
Acaranya keren. Gw suka. Definitely will be back next year.
Di tengah2 acara, gw dan temen2 gw jalan2 dari satu panggung ke panggung lain. Di depan garden stage, DJ ketemu 2 orang temennya. Gw kenalan sama mereka. Dua2nya cowok. Yang satu gw tau adalah penyiar radio cukup terkenal di Jakarta. Ganteng. Nah yang satu lagi lucu juga. Gw ngerasa pernah liat mukanya dan denger namanya. Pengen nanya ke DJ agak susah soalnya orangnya di depan muka gw. Jadilah gw mengandalkan daya imajinasi dan analisis gw. Apakah dia seorang penyiar radio juga? reporter tv? redaktur majalah? atlit balap? aah.. gw blank!
Gak lama kedua lelaki itu pergi. Gw udah gak tahan langsung nanya ke DJ perihal lelaki tadi.
Dan ternyata dia adalah keyboardist BAND PAPORIT GW.
heuuuh!
Acaranya keren. Gw suka. Definitely will be back next year.
Di tengah2 acara, gw dan temen2 gw jalan2 dari satu panggung ke panggung lain. Di depan garden stage, DJ ketemu 2 orang temennya. Gw kenalan sama mereka. Dua2nya cowok. Yang satu gw tau adalah penyiar radio cukup terkenal di Jakarta. Ganteng. Nah yang satu lagi lucu juga. Gw ngerasa pernah liat mukanya dan denger namanya. Pengen nanya ke DJ agak susah soalnya orangnya di depan muka gw. Jadilah gw mengandalkan daya imajinasi dan analisis gw. Apakah dia seorang penyiar radio juga? reporter tv? redaktur majalah? atlit balap? aah.. gw blank!
Gak lama kedua lelaki itu pergi. Gw udah gak tahan langsung nanya ke DJ perihal lelaki tadi.
Dan ternyata dia adalah keyboardist BAND PAPORIT GW.
heuuuh!
Friday, November 23, 2007
Buat Adu
Gw kenal anak ini tahun 2000, waktu Masa Awal Bimbingan (MAB) di kampus. Angkatan gw isinya 100 lelaki dan 11 wanita. Otomatis para wanita menjadi akrab, termasuk gw dan dia.
Kesan pertama dia adalah anak yang manis, polos, gak macem2. Dengan kulit putih dan rambut pendeknya, jadilah dia rebutan senior2 lelaki yang kekurangan wanita. Ya iyalah, siapa suruh masuk Teknik :P
Makin lama kenal dia makin banyak errornya. Satu yang pasti, lemot. Ini udah jadi maskot angkatan. Haha.. Anak ini juga suka banget berbuat hal2 aneh. Misalnya ketiduran di kelas waktu kuis Fisika Listrik (gw duduk di sebelah dia waktu itu). Saat dia bangun, tau2 di kertas jawaban kuisnya udah ada tulisan. Dia nulis sambil tidur aja gitu! Kata-kata yang tertulis pun cukup meyakinkan: "simple kan?" Sesimple dia dapat nilai C untuk mata kuliah itu.
Lain lagi ceritanya untuk mata kuliah KSKP (Komponen Sistem Kendali Proses? cmiiw). Malam sebelum ujian saat anak2 satu kos2an juling di depan meja belajar, dia dengan santainya tidur cepet. "Gw gak ada ujian besok..", katanya.
Besoknya ujian KSKP. Hasilnya dia dapet D.
Eh tapi mata kuliah yang lain dia sukses kok hehehe..
Urusan cinta2an, gw dan dia pernah naksir cowok yang sama. Duh norak banget deh kalo inget jaman itu. Sekarang kalo kita lagi kumat warasnya, sering bingung sendiri: "ih kenapa dulu naksir orang itu ya?? nggak banget deeh.. hahaha.."
Kita berdua juga pernah ditaksir cowok yang sama. Salah satu senior di kampus ngedeketin dia, sampai akhirnya ditolak. Abis itu si senior ini ngedeketin gw. Ya ampun mas, jangan memancing di kolam yang sama dong...
1 tahun lalu, dia jadian ama temen kantornya. Dan besok, mereka akan menikah.
Nalanda Catumorli, happy marriage ya!
Kesan pertama dia adalah anak yang manis, polos, gak macem2. Dengan kulit putih dan rambut pendeknya, jadilah dia rebutan senior2 lelaki yang kekurangan wanita. Ya iyalah, siapa suruh masuk Teknik :P
Makin lama kenal dia makin banyak errornya. Satu yang pasti, lemot. Ini udah jadi maskot angkatan. Haha.. Anak ini juga suka banget berbuat hal2 aneh. Misalnya ketiduran di kelas waktu kuis Fisika Listrik (gw duduk di sebelah dia waktu itu). Saat dia bangun, tau2 di kertas jawaban kuisnya udah ada tulisan. Dia nulis sambil tidur aja gitu! Kata-kata yang tertulis pun cukup meyakinkan: "simple kan?" Sesimple dia dapat nilai C untuk mata kuliah itu.
Lain lagi ceritanya untuk mata kuliah KSKP (Komponen Sistem Kendali Proses? cmiiw). Malam sebelum ujian saat anak2 satu kos2an juling di depan meja belajar, dia dengan santainya tidur cepet. "Gw gak ada ujian besok..", katanya.
Besoknya ujian KSKP. Hasilnya dia dapet D.
Eh tapi mata kuliah yang lain dia sukses kok hehehe..
Urusan cinta2an, gw dan dia pernah naksir cowok yang sama. Duh norak banget deh kalo inget jaman itu. Sekarang kalo kita lagi kumat warasnya, sering bingung sendiri: "ih kenapa dulu naksir orang itu ya?? nggak banget deeh.. hahaha.."
Kita berdua juga pernah ditaksir cowok yang sama. Salah satu senior di kampus ngedeketin dia, sampai akhirnya ditolak. Abis itu si senior ini ngedeketin gw. Ya ampun mas, jangan memancing di kolam yang sama dong...
1 tahun lalu, dia jadian ama temen kantornya. Dan besok, mereka akan menikah.
Nalanda Catumorli, happy marriage ya!
Wednesday, November 21, 2007
30th JGTC
Gw bukan mau ngomongin Japan Grand Touring Car. Gak mungkin gw ngerti sports. Ini tentang Jazz Goes To Campus, acara tahunan Fakultas Ekonomi UI, Depok.
Walaupun gw bisa dibilang hidup di kampus UI Depok selama tahun 2000-2004, tapi gw gak pernah ke JGTC. Rahasia ini berhasil gw simpan rapat2 dari temen2 gw yang tukang cela. At least tadinya sih berhasil. Sampai menjelang kita berangkat ke Depok, mereka pun bertanya: "eh, gimana suasana JGTC biasanya?" Saat itulah gw hanya nyengir dan mengakui kekhilafan gw di masa lalu.
Iya, gw khilaf. Kenapa nggak dari dulu gw nonton JGTC. Karena ternyata acara ini keren sekali untuk ukuran mahasiswa. Harganya juga murah sekali. Dan musisi jazz lokal kelas dunia pun berlimpah sekali.
Sebagai seorang pemula, gw cukup beruntung ketemu si anak centil bernama nares di parkiran. Ternyata companynya nares salah satu sponsor JGTC. Jadilah gw ketiban untung berupa free pass. Gw pikir JGTC cukup murah, ternyata bisa gratis. Haha!
Sore sampai malam gw menikmati performance Idang Rasjidi, Ireng Maulana, Tompi (bonus Bibus dan Ari), sedikit Parkdrive, sedikit Balawan, dan sedikit Sore. Area parkir FEUI dipenuhi manusia sampai gw susah bergerak dari stage A ke stage B. Benar2 tantangan fisik!
Terlepas dari acara gak penting (performing art and sultan hamengkubuwono's speech in a middle of jazz festival?? come on guys..), gw puas. And that's definitely my first and last JGTC. I won't come again next year. Being amongst all the abgs, I realized that I was too old for JGTC :)
Malam itu, gw dan teman2 pulang dengan gembira. Diiringi lagu no fruit for today yang dibawain sangat indah oleh Sore, kami pun berjalan beriringan bergandengan tangan.
Walaupun gw bisa dibilang hidup di kampus UI Depok selama tahun 2000-2004, tapi gw gak pernah ke JGTC. Rahasia ini berhasil gw simpan rapat2 dari temen2 gw yang tukang cela. At least tadinya sih berhasil. Sampai menjelang kita berangkat ke Depok, mereka pun bertanya: "eh, gimana suasana JGTC biasanya?" Saat itulah gw hanya nyengir dan mengakui kekhilafan gw di masa lalu.
Iya, gw khilaf. Kenapa nggak dari dulu gw nonton JGTC. Karena ternyata acara ini keren sekali untuk ukuran mahasiswa. Harganya juga murah sekali. Dan musisi jazz lokal kelas dunia pun berlimpah sekali.
Sebagai seorang pemula, gw cukup beruntung ketemu si anak centil bernama nares di parkiran. Ternyata companynya nares salah satu sponsor JGTC. Jadilah gw ketiban untung berupa free pass. Gw pikir JGTC cukup murah, ternyata bisa gratis. Haha!
Sore sampai malam gw menikmati performance Idang Rasjidi, Ireng Maulana, Tompi (bonus Bibus dan Ari), sedikit Parkdrive, sedikit Balawan, dan sedikit Sore. Area parkir FEUI dipenuhi manusia sampai gw susah bergerak dari stage A ke stage B. Benar2 tantangan fisik!
Terlepas dari acara gak penting (performing art and sultan hamengkubuwono's speech in a middle of jazz festival?? come on guys..), gw puas. And that's definitely my first and last JGTC. I won't come again next year. Being amongst all the abgs, I realized that I was too old for JGTC :)
Malam itu, gw dan teman2 pulang dengan gembira. Diiringi lagu no fruit for today yang dibawain sangat indah oleh Sore, kami pun berjalan beriringan bergandengan tangan.
I love you and you love me..
We're gonna make a big family..
We're gonna make a big family..
Thursday, November 15, 2007
Come here
I watched before sunrise again last weekend. I fell in love with this movie (and it's sequel, before sunset) every time I watched them. I even have the movie's script :) And currently, I'm in love with the song played when Jesse and Celine were in the music store in Vienna.
I'm trying not to associate the lyrics with my current feeling. But what the hell. At this point, I don't know how I should feel anymore. So, here's the lyrics. And please enjoy the youtube clip above.
There's wind that blows in from the north
And it says that loving takes this course
Come here.. Come here..
No I'm not impossible to touch
I have never wanted you so much
Come here.. Come here..
Have I never laid down by your side
Baby, let's forget about this pride
Come here.. Come here..
Well I'm in no hurry
Don't have to run away this time
I know that you're timid
But it's gonna be all right this time
And it says that loving takes this course
Come here.. Come here..
No I'm not impossible to touch
I have never wanted you so much
Come here.. Come here..
Have I never laid down by your side
Baby, let's forget about this pride
Come here.. Come here..
Well I'm in no hurry
Don't have to run away this time
I know that you're timid
But it's gonna be all right this time
Kath Bloom - Come Here.
Tuesday, November 13, 2007
Hari ini, setahun yang lalu..
..hari pertama gw kerja di kantor yang sekarang.
Pas banget di hari pertama gw masuk, 13 November 2006, ada acara halal bi halal di aula belakang. Makan gratis sepuasnya diiringi lagu2 rohani dari group Debu. Berhubung belum dapet laptop, kerjaan cuman duduk2 dan ngobrol2 ama temen2 yang udah gw kenal lebih dulu di kampus dan kantor lama.
Hari ini, setahun udah gw di sini.
Kemaren ada perayaan keberhasilan kumpeni ini menembus penjualan 1 Billion US Dollar di Indonesia pada tahun 2007. Para petinggi kumpeni ini biasanya menyebut target mereka: 1 BUSD. BUSeD deh.
Tapi itu gak ada pengaruhnya ama gw. Kerjaan masih begini aja. Jalanan masih macet aja. Setahun kok berasa udah lama ya?
So, next step is..?
*update CV dulu sambil berharap dapat bonus hihihihi*
Pas banget di hari pertama gw masuk, 13 November 2006, ada acara halal bi halal di aula belakang. Makan gratis sepuasnya diiringi lagu2 rohani dari group Debu. Berhubung belum dapet laptop, kerjaan cuman duduk2 dan ngobrol2 ama temen2 yang udah gw kenal lebih dulu di kampus dan kantor lama.
Hari ini, setahun udah gw di sini.
Kemaren ada perayaan keberhasilan kumpeni ini menembus penjualan 1 Billion US Dollar di Indonesia pada tahun 2007. Para petinggi kumpeni ini biasanya menyebut target mereka: 1 BUSD. BUSeD deh.
Tapi itu gak ada pengaruhnya ama gw. Kerjaan masih begini aja. Jalanan masih macet aja. Setahun kok berasa udah lama ya?
So, next step is..?
*update CV dulu sambil berharap dapat bonus hihihihi*
Wednesday, November 07, 2007
For one more day
Have you ever lost someone you love and wanted one more conversation, one more chance to make up for the time when you thought they would be here forever?
If so, then you know you can go your whole life collecting days, and none will outweigh the one you wish you had back.
What if you got it back?
adezigh!!
For one more day, Mitch Albom.
If so, then you know you can go your whole life collecting days, and none will outweigh the one you wish you had back.
What if you got it back?
adezigh!!
For one more day, Mitch Albom.


