Wednesday, June 25, 2008

Pilihan Ganda

Man 1: "Who you are defines what you do."
Man 2: "What you do defines who you are."
Man 3: "It's not what you do, but how you do it."

-Across the universe-

Sunday, June 22, 2008

sms rule

rule #1:
jangan pernah salah kirim sms, terutama sms untuk non-teman dikirim ke teman, atau sms untuk calon non-teman dikirim ke teman atau non-teman lainnya.
*oh well, point taken rite?*

rule #2:
kalau ada sms yg tidak berisi pertanyaan, maka dimaklumi kalau sms itu tidak harus dibalas. tetapi kalau sms berisi pertanyaan atau ajakan, maka sempat tidak sempat harus dibalas.
*and that wraps my weekend*

Saturday, June 21, 2008

always be my baby

Berawal dari U FM yang setiap pagi memutarkan lagu always be my baby versi david cook, telinga saya mulai akrab dengan lagu itu. Kemudian seorang pendengar U FM mengirimkan sms dan bertanya kenapa U FM selalu memutar lagu itu jam 7 pagi. Penyiar pun menjawab: "iya, nanti kita bilangin ke music director kita, lagu itu nggak boleh diputer setiap jam 7 pagi, lagu itu harusnya diputer setiap 2 jam sekali" hihihihi...
Waktu itu sih saya cuman ketawa sambil mikir: "masa sih segitunya?"
Tapi sekarang, lagu itu saya putar setiap 5 menit sekali di music player saya. Kalau bahasa logaritma, repeat [david cook;always be my baby] until [only God knows when].

Mari menyanyi bersama :)

We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine

Now you want to be free
So I'm letting you fly
Cause I know in my heart babe
Our love will never die
No!

You'll always be a part of me
I'm a part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling cause you'll always be my baby
And we'll linger on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling cause you'll always be my baby

I ain't gonna cry no
And I won't beg you to stay
If you're determined to leave girl
I will not stand in your way
But inevitably you'll be back again
Cause ya know in your heart babe
Our love will never end no

You'll always be a part of me
I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling cause you'll always be my baby
And we'll linger on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling cause you'll always be my baby

I know that you'll be back girl
When your days and your nights get a little bit colder oooohhh
I know that, you'll be right back, babe
Ooooh! baby believe me it's only a matter of time

You'll always be apart of me
I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling cause you'll always be my baby
And we'll linger on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling cause you'll always be my my baby....

You'll always be apart of me (you will always be)
I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling cause you'll always be my baby
And we'll linger on (we will linger on....)
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling cause you'll always be my baby

Always be my baby

Thursday, June 19, 2008

rumah impian (1)

Gosip-gosipnya nih, si Joel Madden dan Nicole Richie lagi nyari rumah buat keluarga kecil mereka. Salah satu kandidatnya adalah rumah dengan sentuhan tradisional Amerika. Nyaman, tidak mewah, harganya pun 'hanya' 1,6 juta US$. Duh kalo pasangan ini nggak jadi beli, saya aja deh yang beli!

Photobucket
perfect for lazy sunday morning

Photobucket
don't u want to make breakfast?

Photobucket
let's watch dvds or talk over coffee..

Photobucket
or just sit on grass side by side

Photobucket
and conclude the day with fabulous dinner.
More pictures here.

p.s.
Kenapa judul postingnya rumah impian (1)? Karena saya lagi rajin browsing melihat2 rumah orang dan memilih yang mana yang layak dijadikan rumah impian. Jadi nanti mungkin ada rumah impian 2, 3, dst. Yah namanya juga impian.

Monday, June 16, 2008

Sebuah pertanyaan besar :

Kenapa sih kedai kopi andalan nggak bisa delivery?

Wednesday, June 11, 2008

Ayo olahraga!

Ceritanya saya dan geng kantor punya niat suci mau berolahraga. Muncullah ide-ide cemerlang dimulai dari klub-klub olahraga gratisan di kantor seperti bulutangkis dan tenis, ditambah olahraga inisiatif sendiri seperti golf dan fitness.

Bulutangkis lama-lama pudar daya tariknya karena gosip2nya lapangannya selalu penuh. Padahal sih kita belum sekalipun ke lapangan untuk mengecek keabsahan gosip itu. Tennis yang tadinya cukup menjadi alternatif favorit tiba2 juga menjadi tidak terlalu favorit karena harga raket yang di luar dugaan. Masa sih untuk sepotong raket harus menghabiskan uang seharga tiket liburan pp ke bangka?

Maka tinggallah golf dan fitness yang menjadi harapan. Golf semakin menjadi pilihan menarik karena aksesorisnya sungguh keren dan berwarna-warni, sangat cocok untuk wanita-wanita yang keren dan berwarna-warni (?) seperti kami. So far, anggota kami sudah mempunyai tas stick golf berwarna ungu dan pink. Lumayan buat pemula yang belum tentu rajin dan konsisten berolahraga. Lokasi driving pun sudah ditentukan di wilayah Jakarta Selatan. Masalahnya cuman satu, tidak ada yang bisa bermain golf, walaupun sekedar driving. Jadilah malam ini kami mengutus salah seorang anggota untuk belajar driving kilat dengan orang yang sudah berpengalaman. Mudah-mudahan ilmunya bisa menular ke anggota geng yang lain.

Nafsu olahraga belum bisa terpuaskan dengan golf saja. Pilihan selanjutnya adalah fitness di mall sebelah. Pendaftaran sudah dilakukan (2 orang daftar resmi, 2 orang trial) disertai niat mulia untuk mengubah gaya hidup. "Nanti kalo kita fitness, gak ada lagi ngerokok dan ngopi2! Gak ada lagi tuh nongkrong di bean, kita pindah ke tempat jus!", cetus salah seorang anggota geng yang umurnya paling tua *hehe.. penting ya?*

Sebagai efek dari tekad mulia itu, jadilah sekarang menjadi masa pelampiasan untuk sebanyak mungkin menkonsumsi rokok dan kopi, dengan alasan "nanti kan kalo udah fitness kita gak boleh sering2 lagi.."

Terlepas dari ini adalah awal yang kurang menjanjikan, kami berharap program olahraga bersama ini bisa sukses sesukses program KB era Soeharto. Amin.

Tuesday, June 03, 2008

iri

Salah satu teman baik saya sekarang memiliki pekerjaan yang cukup membuat iri hati saya. Pekerjaannya sih akuntan (yang ini tentu saja tidak membuat iri :P), tapi di perusahaan kopi yang cukup besar di Britania Raya.

Sore ini saya sempat mengobrol via dunia maya, yang membuat saya semakin ingin bertukar pekerjaan dengannya. Huh!

saya (6/3/2008 4:30:41 PM): kopinya jd lo kirim gak?
dia (6/3/2008 4:31:35 PM): udah...
dia (6/3/2008 4:31:35 PM): ditunggu ajah...
dia (6/3/2008 4:32:19 PM): insya allah nyampe the end of this week
saya (6/3/2008 4:32:43 PM): asik2...
saya (6/3/2008 4:33:29 PM): kmrn gw beli kopi ******** yg fine blend
saya (6/3/2008 4:33:49 PM): lebih berbusa setelah diaduk
saya (6/3/2008 4:33:57 PM): kok bs ya?
dia (6/3/2008 4:38:11 PM): itu berarti kopinya di proses dengan pressure yg tinggi, trus mungkin kandungan robusta nya lebih banyak drpd arabica
saya (6/3/2008 4:39:17 PM): tp yg original blend gak smp berbusa, beda prosesnya?
dia (6/3/2008 4:39:54 PM): mungkin...
dia (6/3/2008 4:40:13 PM): soalnya beda blend, beda brand beda proses juga..
dia (6/3/2008 4:40:56 PM): banyak metode buat bikin kopi, trus kalo blend nya beda dikit ajah komposisinya, maka hasilnya juga bakalan beda
dia (6/3/2008 4:41:24 PM): kmrn pas training kita ada lomba gt bikin blend coffee..
dia (6/3/2008 4:41:54 PM): jadi disediain macem2 kopi dr berbagai negara, dan kita disuruh mix 6 sendok, terserah kompisisinya apa...
dia (6/3/2008 4:42:06 PM): gw nomor dua yg paling ngga enak buat mereka hehehehe
saya (6/3/2008 5:03:41 PM): ih asik banget sih!
saya (6/3/2008 5:03:52 PM): cong lo pulang ke indo kita bikin coffee shop ya
saya (6/3/2008 5:03:55 PM): hehhehe
dia (6/3/2008 5:04:11 PM): hhaahhaa
dia (6/3/2008 5:05:04 PM): gw ada rencana emang...
dia (6/3/2008 5:05:04 PM): namanya udah ada SIENA COFFEE
saya (6/3/2008 5:05:39 PM): KAGAK MENJUAL!!!
saya (6/3/2008 5:05:40 PM): hahahaha
saya (6/3/2008 5:05:55 PM): lo udh liat fbook adit blm?
saya (6/3/2008 5:06:06 PM): yg gw ama adit ngopi di tornado coffee
saya (6/3/2008 5:06:26 PM): enak deh tempatnya, small coffee shop on the corner
dia (6/3/2008 5:07:26 PM): belom...belom..
dia (6/3/2008 5:07:32 PM): kapan masangnya dia?
saya (6/3/2008 5:09:11 PM): kmrn kyknya
dia (6/3/2008 5:09:53 PM): nanti kita bikin yg lebih ok dr itu...
dia (6/3/2008 5:09:58 PM): kita kalahkan starbucks
dia (6/3/2008 5:10:10 PM): hehehee
saya (6/3/2008 5:10:22 PM): setuju
saya (6/3/2008 5:10:29 PM): tp jgn SIENA COFFEE ya :P

Kalau suatu hari ada coffee shop keren bernama Siena Coffee di Jakarta, saya mohon maaf atas kekurangan saya dalam ilmu persuasi :)

Tuesday, May 27, 2008

always on my mind

Sedang ribet-ribetnya di meja kantor dengan tumpukan report hard copy dan soft copy yang harus dicek, tiba-tiba music player saya memutar sebuah lagu yang membuat saya mendadak hilang konsentrasi untuk bekerja. Cuman bisa terdiam dan mendengarkan setiap kata dari lirik lagu itu. Seperti ada yang sedang membisiki saya dengan kata-kata itu. Bahkan lebih ge-ernya, sepertinya yang membisiki adalah mr. buble himself ;)

Maybe I didn't treat you
Quite as good as I should have
Maybe I didn't love you
Quite as often as I could have
Little things I should have said & done
I just never took the time

But you were always on my mind
You were always on my mind

Maybe I didn't hold you
All those lonely, lonely times
And I guess I never told you
I'm so happy that you're mine
If I made you feel second best
Girl, I'm sorry I was blind

You were always on my mind
You were always on my mind

Tell me, tell me that your
Sweet love hasn't died
Give me, give me one more chance
To keep you satisfied
Satisfied

Little things I should have said & done
I just never took the time

You were always on my mind
You were always on my mind

always on my mind - Michael Buble

Thursday, May 15, 2008

racun ikea

Browsing2 website ikea di sore hari membuat saya ingin segera memiliki hunian dengan ruangan yang hangat seperti ini:

ikea living room2
compact comfort

atau seperti ini:

ikea living room1
let textiles mirror your personality

Thursday, May 08, 2008

saya dan radio: sebuah analisis

Sebagai commuteer yang menghabiskan banyak waktu di jalan, radio adalah teman perjalanan yang cukup menyenangkan. Banyak pilihan channel, banyak lagu yang enak, banyak penyiar yang unik-unik, banyak info jalan, dan banyak iklan yang kadang-kadang penting. Ada beberapa radio yang jadi default channel di mobil saya. Dan berikut ini saya akan memaparkan analisis terhadap radio-radio tersebut beserta penyiarnya.

1. Hard rock FM 87.6
Penyiar pagi adalah pasangan steny dan panji. Mereka cerdas, berwawasan luas, punya materi vokal yang laki banget, dan bisa menyanyi dengan benar. Acara Good Morning Hardrockers sebenarnya sangat informatif dan menghibur, tapi berhubung saya berada dalam fase denial dimana saya menolak informasi-informasi yang mengandung kebenaran tapi menyakitkan (baca: financial clinic dan career coach), saya jarang mendengar siaran mereka. Apalagi semenjak kehadiran duo penyiar baru di radio tetangga, saya resmi berpisah dengan steny-panji. Siapa duo penyiar baru ini? Nanti dibahas.
Penyiar sore adalah pasangan iwet dan rahma. Beruntung pasangan ini tidak mempunyai lawan sepadan di radio-radio lain di jam pulang kantor, makanya saya masih bertahan mendengarkan drive and jive. Menurut saya, pasangan ini tidak seimbang. Jokes iwet seringkali tewas mengenaskan oleh rahma. Bola mati bo. Iwet sudah berusaha all out, rahma masih sangat jaim. Kadang-kadang kalau sudah benar-benar mati gaya, saya memilih mendengarkan CD saja. Hardrock FM membuat keputusan yang salah melepaskan melaney ricardo, partner siaran iwet sebelumnya.

2. Trax FM 101.4
Kehadiran duo penyiar melaney ricardo-ihsan akbar di siaran pagi menjadi satu-satunya alasan kenapa stasiun radio ini bisa ada di default channel saya, sekaligus alasan perpisahan saya dengan steny-panji. Mereka membuat setiap pagi menjadi menyenangkan, bisa tertawa lepas di perjalanan, sampai kadang-kadang saya malas turun dari mobil demi mendengarkan morning zone. Ditambah dengan materi siaran yang sangat ringan, cocok untuk pagi hari. Dan berhubung traxfm adalah radio para abg, kuping saya terbebas dari pembicaraan tentang jenis-jenis danareksa atau bagaimana cara membuat CV yang baik :P

3. Mustang FM 88
Saya benci semua penyiar radio ini. Penyiar pagi (beberapa orang pria siapapun nama mereka) terlalu banyak ngomong, dan sungguh garing sekali. Gaya bercanda mereka seperti pelawak di TPI. Dan mereka menggunakan istilah "gawe". Duh!
Penyiar-penyiar wanitanya, hmm, membuat saya bergidik setiap mendengar mereka berbicara. Berusaha berbahasa inggris agar terdengar seperti native speaker, tapi kok ya malah maksa?
Kenapa si radio ini bisa ada di default channel? Karena sialnya, lagu-lagu di radio ini singable buat saya. Hari sabtu menjadi harinya radio ini, karena love songs all day long, dan penyiarnya -alhamdulillah- tidak terlalu banyak ngomong di hari sabtu.

4. Gen FM 98.7
Penyiar pagi radio ini (Kemal dan Ade) sangat berisik! Nggak tau salahnya di audio mereka atau materi vokal yang memang 'ganggu' dari sononya, yang jelas saya nggak suka mendengarkan mereka berbicara. Acara-acara di siaran pagi mereka juga gitu-gitu aja tanpa pernah berubah, dan banyak yang gak penting, misalnya yang judulnya "pagi-pagi mau marah" dimana si penelepon berhak marah-marah di radio untuk menumpahkan kekesalan terhadap macetnya jalanan. Siapa sih yang mau denger orang marah-marah? Weirdo.
Penyiar sore, nggak tau namanya, tapi suaranya nggak se-ganggu penyiar pagi. Dia siaran sendiri, akibatnya jadi suka mengeluarkan bridging yang aneh-aneh. Contohnya: "itu tadi lagu dari rossa, atas nama cinta. dan atas nama cinta terhadap motor bebek dua tak, bla bla bla.." Saya gak tau lanjutannya tapi sumpah saya langsung ganti channel.
Alasan kenapa si radio ini masuk default channel adalah karena mereka selalu memainkan lagu yang sedang terkenal. Bukan bikin trend, tapi ikut trend. Lumayan buat pelarian kalau lagi pengen menyanyi dengan lancar :)

5. U FM 94.7
Penyiar-penyiar radio ini saya beri kategori OK. Nggak luar biasa, tapi nggak ganggu. Nggak ada penyiar favorit karena semua penyiarnya nampak sejenis. Penyiar pagi imam-odit lumayan lah, walau kadang-kadang suka curhat pribadi dan terdengar seperti dua orang sahabat sedang mengobrol sementara pendengar adalah outsider. Penyiar sore arif-achie sebenarnya tidak ada masalah, tapi dari dulu saya nggak suka suaranya arif, semenjak dia siaran di prambors. There's something about his voice. Eh sebenarnya ada masalah sih, mereka menyebut para pendengarnya yummy mummy dan happy daddy, yang buat saya terdengar sungguh nutty alias kacangan :P
Saya cinta sama radio ini karena pilihan lagunya yang sungguh ciamik dan banyak lagu mereka yang punya ikatan emosional dengan saya. Contohnya, radio ini bisa berturut-turut memainkan lagu I'll take care of you - Stephen Curtis Chapman disusul I finally found someone - Adams/Streissand disusul Need to be next to you - Leigh Nash. Kok ya pengantar minum racun semua?

6. I radio 89.6 FM
Meet these two betawi gila: Rafiq-Putri. Serasa mendengarkan orang ngobrol di warung kopi sambil sarapan nasi uduk atau lontong sayur. Cukup menghibur kalau mood lagi cocok. Pilihan lagunya 100% lagu indonesia, lumayan buat update karya musik anak negeri.

Demikian analisis saya terhadap radio dan penyiar-penyiar yang menyertainya. Anda setuju? Beritahu teman anda. Anda tidak setuju? Masa sih?

Wednesday, May 07, 2008

what rachel says about true love

When you find your true love, you'll stop looking. That's why I stop looking for Russel Crowe. He'll find me.

-Rachel Green, Friends-

Friday, May 02, 2008

Kesempatan Kedua

Dulu gw pernah punya gebetan. Udah cukup lama dan sama sekali nggak ada indikasi kalau gw bakalan ketemu dia lagi. Tapi manusia boleh berasumsi, Tuhan boleh tertawa, ya nggak? Jam 6 pagi di suatu tempat yang nggak terduga, gw bertemu di mantan gebetan, dan diberikan kesempatan untuk duduk bareng, sarapan, dan mengobrol selama dua jam. Itulah pertama kalinya gw punya kesempatan untuk ngobrol panjang lebar, berdua aja. Cuman dua jam, tapi cukup berharga.

Berharga untuk bisa tau kalo dia memang seperti yang gw bayangkan. Physically, dia tetap menarik. Dan lebih jauh lagi, gw jadi tau kalau dia begitu matang dengan pemikiran2nya. Dia seorang pejuang yang tangguh. Tau apa yang dia mau dan bagaimana mewujudkannya. Punya cita2 untuk hidupnya. Gw jadi sadar ternyata selera gw memang bagus ya, gak salah pilih gebetan :)

Buat gw itu jadi kesempatan kedua untuk mengenal dia. Tapi cukup di dua jam itu saja. Dari obrolan itu gw jadi tau kalau dia memang sekedar mantan gebetan, tidak lebih. Kalau diibaratkan sepatu, dia sepatu kiri dan gw sepatu kanan, tapi dia loafer sedangkan gw high heel. Sama2 bagus (tetep memuji diri sendiri :P), tapi nggak mungkin bisa jalan kan dengan sepatu beda sebelah?

Seandainya saja, untuk setiap orang yang kita suka, kita bisa punya kesempatan kedua sekedar untuk tau apakah keputusan yang pernah kita ambil tepat atau tidak. Iya, seandainya saja.

Sunday, April 06, 2008

quote of the weekend

"One of my heroes is Barbie. She may not do anything, but she always looks great doing it."
-Paris Hilton-

hell yeah Paris, couldn't agree more :)

Saturday, April 05, 2008

my current residence



here i am, blogging from one of the room in that white building, hoping to move out, to a taller building in a bigger city, sometime soon.

Friday, April 04, 2008

selamat pagi

Gw gak ngerti sama orang2 yang selalu mengucapkan selamat pagi tanpa peduli waktu. Mau pagi siang sore malam, tetep aja selamat pagi. Entah itu diucapkan oleh seorang motivator, seorang bos, atau sialnya, para pekerja di hotel yang gw tempati sekarang.

Awalnya gw pikir mereka salah ucap, tapi kok selalu dan semua orang salah ucap ya?

Bodo ah. Gw keukeuh menjawab sapaan selamat pagi dengan sapaan yang sesuai kondisi real time. Selamat pagi tak kenal suasana terlalu aneh buat gw.

Thursday, April 03, 2008

what grey says about pain

Pain, you just have to ride it out, hope it goes away on its own, hope the wound that caused it heals. There are no solutions, no easy answers, you just breath deep and wait for it to subside. Most of the time pain can be managed but sometimes the pain gets you where you least expect it. Hits way below the belt and doesn't let up. Pain, you just have to fight through, because the truth is you can't outrun it and life always makes more.

Maybe we like the pain. Maybe we're wired that way. Because without it, I don't know; maybe we just wouldn't feel real. What's that saying? Why do I keep hitting myself with a hammer? Because it feels so good when I stop.

-Dr. Meredith Grey-

Wednesday, April 02, 2008

Korban Mbak Grey

Dalam hal mengikuti serial tv hollywood, gw emang tergolong late bloomer. Contohnya Grey's Anatomy yang baru2 ini gw ikuti. Di luar sana udah mau season 5, gw baru sampe disc 5 season 1 hehehe..

Yang jelas gw suka banget serial ini! Alhamdulillah belum sampai ke tahap dimana tiba2 gw mendaftar di Fakultas Kedokteran dan lanjut spesialisasi dokter bedah, tapi baru ke tahap gw bener2 menikmati serunya pekerjaan/pashion hidup mereka sebagai dokter bedah. Kata favorit gw dari serial ini adalah scrub in, yang secara harfiah sudah menunjukkan maknanya untuk mengobok2 isi badan manusia.

Terinspirasi oleh kerennya membedah tubuh manusia, gw sempat kepikiran untuk mendaftarkan diri untuk dibedah kecil2an. Eh kok kedengerannya begitu psikopat ya? Maksudnya gini, kebetulan gw menderita suatu gangguan kecil pada kulit gw yang amat sangat tidak keren dan mengganggu salah satu kesenangan hidup gw, sehingga gw sempat pengen dioperasi aja di Rumah Sakit. Begitu tidak kerennya penyakit ini gw sampe gak tega untuk menulis di blog ini. Hanya keluarga dan teman2 terdekat gw yang tau soal penyakit ini, soalnya untuk memperlihatkan wujud fisiknya dibutuhkan suatu bahasa tubuh yang begitu lentur dan terkesan tidak sopan (but believe me, nothing like dewi persik). Bahkan salah seorang teman baik gw yang bekerja di radio bersemboyan the only lifestyle and entertainment station dengan kejamnya mengatakan: "lo jangan dengerin radio gw deh kalo punya penyakit itu!" Oh well dunia hiburan memang kejam.

Anywaay..
Setelah sekian lama menggunakan suatu obat yang begitu susah dicari di pasaran, akhirnya penyakit ini menunjukkan tanda2 semakin aneh. Sungguh mengganggu! Kelihatannya sih udah mau sembuh, tapi kadang2 malah terlihat mengalami pertumbuhan. Sampai pada suatu malam saat gw sendiri dan gak tau mau ngapain, gw perhatikan baik2 si penyakit sialan itu. Gak pake CT scan atau MRI seperti yang dilakukan geng Seattle Grace Hospital sih. Kemudian gw pun memberanikan diri untuk menyentuh si penyakit dan mengutak atiknya sampai dia keluar dari tubuh gw. Damn! Sakit mak!

Secara penampakan sih udah lebih baik, tapi kayaknya gw harus ke watson atau century terdekat buat beli obat luar atau plester. Takut infeksi. Atau minta diobatin ama Mbak Grey aja ya? :)

Wednesday, March 26, 2008

interesting

I guess you're in some kind of interesting relationship when you say "I'm boarding now" more often than "I -fill in the blank- you"

:D

Thursday, March 13, 2008

pengembangan diri

Sore tadi setelah selesai kirim email kerjaan ke customer, gw memutuskan untuk istirahat sejenak. Berhubung gw sekarang berdomisili di hotel (yang sekaligus menjadi lokasi mobile office gw), gaya istirahat pun agak mengalami peningkatan kualitas. Bukan sededar ngupi2 seperti istirahat reguler di kantor, melainkan istirahat sambil rebahan di tempat tidur dan nonton tv :)

Gw pun mengambil remote tv dan memutuskan untuk menonton serial OB di rcti. Biar posisi makin sedep, gw berbaring menyamping seperti gaya putri duyung terdampar. Tiba-tiba berasa ada yang mengganggu di bagian depan badan gw, agak di tengah. Perut bo!

Waktu gw lagi mengelus perut yang berasa agak sakit, kok bentuknya agak berbeda ya. Seperti lebih menonjol gitu. Gw mencoba berpikir apakah gw sedang kembung karena telat makan, yang ternyata jawabannya nggak tuh, nggak kembung. Gw pun melanjutkan analisis soal perut ini mungkin karena gw kekenyangan, yang jawabannya juga nggak, secara gw makan siang 5 jam sebelumnya. Kemungkinan hamil pun gw coret dari analisis gw karena satu2nya orang yang berpotensi menghamili sedang berada jauh di sana, and my last encounter with him was like million years a go.

Aduh. Gw nggak kenapa-napa kok. Cuman gendutan aja.

Setelah dipikir-pikir memang alasan gendutan lah yang (sialnya) paling masuk akal. Gaya hidup dan pola makan selama tinggal di sini benar2 mendukung untuk program penggendutan. Eh, kalau dibilang penggendutan kesannya sebelumnya nggak gendut ya. Jadi mungkin lebih tepat dibilang pengembangan diri.

Begini ceritanya. Setiap hari, setelah sholat subuh, gw lanjut tidur sampe jam 7.30. Setelah itu bangun, mandi, jam 8 sarapan di hotel. Buffet breakfast. Menu standar gw biasanya main course (nasi, bubur, mie rebus), omelette, beberapa roti perancis lengkap dengan butter dan selai strawberry, dan buah2an. Rata2 sejam gw habiskan untuk eksistensi di resto sarapan itu.

Makan siang biasanya hidangan penuh lemak dan kolesterol. Nasi padang, soto dengan kuah santan yang kental, atau pasta porsi besar. Ditutup dengan minuman manis penuh gula seperti teh botol atau kalau lagi centil ya minum sejenis shake dengan topping ice cream.

Sore2 sampai malam maunya sih bergaya bangsawan Inggris, ngeteh dan makan biskuit. Tapi kenyataannya lebih sering ngopi sambil makan biskuit atau cake atau otak-otak atau jajanan pasar atau paket combo: perpaduan semuanya.

Jam 10 udah tidur, yang kalo dihitung2 setiap hari gw tidur sekitar 8-10 jam.

Kegiatan fisikal pun hanya sebatas duduk di depan laptop atau tidur2an. Jalan kaki hanya sebatas ke ATM di sebelah hotel. Niat mau menggunakan fasilitas fitness gratisan juga terhalang oleh alasan sederhana: gak bawa sepatu olahraga. Padahal ya, di samping hotel ada sebuah toko dengan tulisan hitam dan berlatar belakang kuning. Yap, sports station.

Jadi buat yang weekend ini berencana bertemu gw di Jakarta, tolong jangan berkomentar apapun soal perut, pipi, paha, atau pengembangan badan gw lainnya. Believe me, i'm aware of all the facts.

Sunday, March 09, 2008

Me vs. Miss Gilbert

Reading Elizabeth Gilbert's Eat Pray Love is not an easy thing to do, for I envy her so much at some points. I was still reading the part when she was in italy when i suddenly felt so hungry because it was 2 PM already and I hadn't had my lunch today. And being in this city, having lunch is quite challenging. Not to mention that now I'm alone here since my partner was back to Jakarta yesterday (and he was shocked by the airport tax which cost him 8000 IDR only!)

The Italy part was still some chapters to go but I couldn't deal with my hunger any longer. I decided to walk to some restaurants nearby. And thanks to miss Gilbert who writes such a provocative story about Italy (or was it just me being not too creative in finding a place to eat), I stepped into this pizza restaurant and ordered their pasta and cappuccino. Sounds italiano huh?

I wasn't even finishing another chapter of the book when my pasta came. Quick service, was it instant food or leftover from another table? And as i continued reading, my cappuccino was served by this waitress. I didn't care to look at her nor my cappuccino but I felt like she was waiting for me to react. So I took a glance at the drink and I realized what she was waiting for. The cappuccino looked ugly, I must say. They served the drink in a tall mug on a saucer. But I think that sloppy waitress made the drink spilled all over the saucer. And the cinnamon powder was also ugly, for they were everywhere on the mug, inside and outside (please tell me you got the picture, no?). And she was too lazy to clean it, so she just waited for my reaction whether I would complain or not.

I didn't feel like complaining, so i (again) continued reading the book. Finishing Gilbert's story in Italy, trying to compare what I was having for my lunch with Gilbert's fabulous lunch at every corner of Italy. At least we had some similarity that we both were having coffee and pasta. That was close. Yeah rrrriiiteee...

Now that I had finished the Italy chapter (the chapter that refers to the "eat" part) while eating Italian food, I'm wondering what I have to do to finish the other chapters: India and Indonesia (Bali). I can think of something with Balinese touch, but India? Never had any feeling about it. Maybe I can go to my relative's place in Ciputat, because she is half Indian.

Oh I hate this book.