Thursday, May 08, 2008

saya dan radio: sebuah analisis

Sebagai commuteer yang menghabiskan banyak waktu di jalan, radio adalah teman perjalanan yang cukup menyenangkan. Banyak pilihan channel, banyak lagu yang enak, banyak penyiar yang unik-unik, banyak info jalan, dan banyak iklan yang kadang-kadang penting. Ada beberapa radio yang jadi default channel di mobil saya. Dan berikut ini saya akan memaparkan analisis terhadap radio-radio tersebut beserta penyiarnya.

1. Hard rock FM 87.6
Penyiar pagi adalah pasangan steny dan panji. Mereka cerdas, berwawasan luas, punya materi vokal yang laki banget, dan bisa menyanyi dengan benar. Acara Good Morning Hardrockers sebenarnya sangat informatif dan menghibur, tapi berhubung saya berada dalam fase denial dimana saya menolak informasi-informasi yang mengandung kebenaran tapi menyakitkan (baca: financial clinic dan career coach), saya jarang mendengar siaran mereka. Apalagi semenjak kehadiran duo penyiar baru di radio tetangga, saya resmi berpisah dengan steny-panji. Siapa duo penyiar baru ini? Nanti dibahas.
Penyiar sore adalah pasangan iwet dan rahma. Beruntung pasangan ini tidak mempunyai lawan sepadan di radio-radio lain di jam pulang kantor, makanya saya masih bertahan mendengarkan drive and jive. Menurut saya, pasangan ini tidak seimbang. Jokes iwet seringkali tewas mengenaskan oleh rahma. Bola mati bo. Iwet sudah berusaha all out, rahma masih sangat jaim. Kadang-kadang kalau sudah benar-benar mati gaya, saya memilih mendengarkan CD saja. Hardrock FM membuat keputusan yang salah melepaskan melaney ricardo, partner siaran iwet sebelumnya.

2. Trax FM 101.4
Kehadiran duo penyiar melaney ricardo-ihsan akbar di siaran pagi menjadi satu-satunya alasan kenapa stasiun radio ini bisa ada di default channel saya, sekaligus alasan perpisahan saya dengan steny-panji. Mereka membuat setiap pagi menjadi menyenangkan, bisa tertawa lepas di perjalanan, sampai kadang-kadang saya malas turun dari mobil demi mendengarkan morning zone. Ditambah dengan materi siaran yang sangat ringan, cocok untuk pagi hari. Dan berhubung traxfm adalah radio para abg, kuping saya terbebas dari pembicaraan tentang jenis-jenis danareksa atau bagaimana cara membuat CV yang baik :P

3. Mustang FM 88
Saya benci semua penyiar radio ini. Penyiar pagi (beberapa orang pria siapapun nama mereka) terlalu banyak ngomong, dan sungguh garing sekali. Gaya bercanda mereka seperti pelawak di TPI. Dan mereka menggunakan istilah "gawe". Duh!
Penyiar-penyiar wanitanya, hmm, membuat saya bergidik setiap mendengar mereka berbicara. Berusaha berbahasa inggris agar terdengar seperti native speaker, tapi kok ya malah maksa?
Kenapa si radio ini bisa ada di default channel? Karena sialnya, lagu-lagu di radio ini singable buat saya. Hari sabtu menjadi harinya radio ini, karena love songs all day long, dan penyiarnya -alhamdulillah- tidak terlalu banyak ngomong di hari sabtu.

4. Gen FM 98.7
Penyiar pagi radio ini (Kemal dan Ade) sangat berisik! Nggak tau salahnya di audio mereka atau materi vokal yang memang 'ganggu' dari sononya, yang jelas saya nggak suka mendengarkan mereka berbicara. Acara-acara di siaran pagi mereka juga gitu-gitu aja tanpa pernah berubah, dan banyak yang gak penting, misalnya yang judulnya "pagi-pagi mau marah" dimana si penelepon berhak marah-marah di radio untuk menumpahkan kekesalan terhadap macetnya jalanan. Siapa sih yang mau denger orang marah-marah? Weirdo.
Penyiar sore, nggak tau namanya, tapi suaranya nggak se-ganggu penyiar pagi. Dia siaran sendiri, akibatnya jadi suka mengeluarkan bridging yang aneh-aneh. Contohnya: "itu tadi lagu dari rossa, atas nama cinta. dan atas nama cinta terhadap motor bebek dua tak, bla bla bla.." Saya gak tau lanjutannya tapi sumpah saya langsung ganti channel.
Alasan kenapa si radio ini masuk default channel adalah karena mereka selalu memainkan lagu yang sedang terkenal. Bukan bikin trend, tapi ikut trend. Lumayan buat pelarian kalau lagi pengen menyanyi dengan lancar :)

5. U FM 94.7
Penyiar-penyiar radio ini saya beri kategori OK. Nggak luar biasa, tapi nggak ganggu. Nggak ada penyiar favorit karena semua penyiarnya nampak sejenis. Penyiar pagi imam-odit lumayan lah, walau kadang-kadang suka curhat pribadi dan terdengar seperti dua orang sahabat sedang mengobrol sementara pendengar adalah outsider. Penyiar sore arif-achie sebenarnya tidak ada masalah, tapi dari dulu saya nggak suka suaranya arif, semenjak dia siaran di prambors. There's something about his voice. Eh sebenarnya ada masalah sih, mereka menyebut para pendengarnya yummy mummy dan happy daddy, yang buat saya terdengar sungguh nutty alias kacangan :P
Saya cinta sama radio ini karena pilihan lagunya yang sungguh ciamik dan banyak lagu mereka yang punya ikatan emosional dengan saya. Contohnya, radio ini bisa berturut-turut memainkan lagu I'll take care of you - Stephen Curtis Chapman disusul I finally found someone - Adams/Streissand disusul Need to be next to you - Leigh Nash. Kok ya pengantar minum racun semua?

6. I radio 89.6 FM
Meet these two betawi gila: Rafiq-Putri. Serasa mendengarkan orang ngobrol di warung kopi sambil sarapan nasi uduk atau lontong sayur. Cukup menghibur kalau mood lagi cocok. Pilihan lagunya 100% lagu indonesia, lumayan buat update karya musik anak negeri.

Demikian analisis saya terhadap radio dan penyiar-penyiar yang menyertainya. Anda setuju? Beritahu teman anda. Anda tidak setuju? Masa sih?